Cari Blog Ini

Memuat...

Selasa, 02 April 2013

Karya Tulis dan Sikap Ilmiah

KARYA TULIS

Karya Tulis Dan Arti Definisi Pengertian Karya Tulis 
Menurut penjelasan pengertian dari karya tulis seperti tersebut di atas dapat di simpulkan bahwa definisi dari "karya tulis" adalah semua bentuk yang merupakan hasil olah pikir setiap manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Karya tulis dibagi menjadi 3 bagian:
1. Karya Tulis Ilmiah
2. Karya Tulis Semi Ilmiah
3. Karya Tulis Non-Ilmiah.

Karya Tulis Ilmiah
Karya tulis ilmiah merupakan pernyataan sikap ilmiah peneliti yang tujuannya agar gagasan penulis karya ilmiah itu dapat dipelajari, lalu didukung atau ditolak oleh pembaca. Fungsi karya ilmiah adalah sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Hakikat karya tulis ilmiah mengemukakan kebenaran melalui metodenya yang sistematis, metodologis, dan konsisten. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.

Syarat menulis karya ilmiah:
      1.      Motivasi dan displin yang tinggi
      2.      Kemampuan mengolah data
      3.      Kemampuan berfikir logis (urut) dan terpadu (sistematis)
      4.      Kemampuan berbahasa

Sifat karya ilmiah formal harus memenuhi syarat:
     1.     Lugas dan tidak emosional, mempunyai satu arti, sehingga tidak ada tafsiran sendiri-sendiri (interprestasi yang lain).
     2.      Logis, disusun berdasarkan urutan yang konsisten
     3.      Efektif satu kebulatan pikiran, ada penekanan dan pengembagan.
     4.      Efisien, hanya mempergunakan kata atau kalimat yang penting dan mudah dipahami.
     5.      Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baku.

Menurut Arifin (2003), Jenis-jenis karya ilmiah umum karya ilmiah di perguruan tinggi, dibedakan menjadi:
    1.      Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berpikir deduktif atau induktif.
    2.    Kertas kerja seperti halnya makalah, adalah juga karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah.
    3.     Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik bedasarkan penelitian langsung (obsevasi lapangan, atau percobaan di laboratorium), juga diperlukan sumbangan material berupa temuan baru dalam segi tata kerja, dalil-dalil, atau hukum tertentu tentang salah satu aspek atau lebih di bidang spesialisasinya.
   4.  Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Tesis mengungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri.
     5.    Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih (valid) dengan analisis yang terinci). Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Jika temuan orisinal ini dapat dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan penguji, penulisnya berhak menyandang gelar doktor (S3).

Karya Tulis Semi Ilmiah

Karya tulis semi ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannyapun tidak semi formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.

Ciri-ciri :
1. Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
2. Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
3. Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
4. Kritik tanpa dukungan bukti.

Contoh : 
Manga, merupakan sebutan untuk komik di Jepang. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan komik masuk pertama kali ke Jepang, tetapi pada mulanya komik Jepang adalah peniruan dari film animasi Walt Disney oleh Ozamu Tezuka (1928-1989) dan merupakan cikal bakal dari komik Jepang modern. Beliau mengekspresikan gerakan film-film animasi Walt Disney ke dalam komik Jepang. Karya-karya beliau setelah akhir perang dunia II membuka era baru untuk komik Jepang.

Karya Tulis Non-Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Karya Tulis non-ilmiah bervariasi bahan topiknya, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Bahasanya mungkin kongkret atau abstrak, gaya bahasanya mungkin formal atau teknis, formal atau populer.
           
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah:
     1.       Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
     2.       Fakta yang disimpulkan subyektif,
     3.       Gaya bahasa konotatif dan populer,
     4.       Tidak memuat hipotesis,
     5.       Penyajian dibarengi dengan sejarah,
     6.       Bersifat imajinatif,
     7.       Situasi didramatisir,
     8.       Bersifat persuasif.
     9.       Tanpa dukungan bukti

Sifat karya non ilmiah:
     1.       Emotif, lebih merupakan refleksi dari sebuah perasaan yang terkadang melampui kebenaran,
     2.       Persuasif, yaitu bersifat mempengaruhi pikiran pembaca,
     3.       Deskriptif subjektif, dalam arti tidak didukung oleh data dan fakta, dan
    4.       Terkadang over claiming. Karya-karya non ilmiah ini terutama dapat dilihat dalam bentuk karya-karya seni, seperti  cerpen, novel, puisi, komik dan lain-lain yang semisalnya.

Macam-Macam Karya Non Ilmiah:
     1.       Cerpen. Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek yang cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.
   2.      Dongeng. Suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, diakhir cerita biasanya mengandung pesan moral.
    3.       Roman. Sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau ganjaran yang isinya melukisnya perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
     4.       Novel. Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita.
     5.       Drama. Suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh actor.


SIKAP ILMIAH

Sikap menurut Gagne adalah suatu kondisi yang internal. Sikap mempengaruhi pilihan untuk bertindak. Kecenderungan untuk memilih obyek terdapat pada diri pembelajar, bukan kinerja yang spesifik. Sikap juga merupakan kemampuan internal yang berperan dalam mengambil tindakan. Dimana tindakan yang akan dipilih, tergantung pada sikapnya terhadap penilaian akan untung atau rugi, baik atau buruk, memuaskan atau tidak, dari suatu tindakan yang dilakukannya.
Sikap merupakan kecenderungan pembelajaran untuk memilih sesuatu. Efek sikap ini dapat diamati dalam reaksi pembelajar (positif atau negatif). Sikap juga merupakan salah satu dari enam faktor yang memotivasi belajar. Sikap dalam hal ini adalah suatu kombinasi, informasi, dan emosi yang dihasilkan di dalam predisposisi untuk merespon orang, kelompok, gagasan, peristiwa, atau obyek tertentu secara menyenangkan atau tidak menyenangkan. Sikap mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku dan belajar siswa, karena sikap itu membantu siswa dalam merasakan dunianya dan memberikan pedoman kepada prilaku yang dapat membantu dalam menjelaskan dunianya. Sikap juga membantu seseorang merasa aman di suatu lingkungannya yang pada mulanya tampak asing. Sikap akan memberikan pedoman dan peluang kepada seseorang untuk mereaksikan secara lebih otomatis. Sikap akan membuat kehidupan lebih sederhana dan membebaskan seseorang dalam mengatasi unsurunsur kepada kehidupannya sehari-hari yang bersifat unik.
Sikap merupakan produk dari kegiatan belajar. Sikap diperoleh melalui proses seperti pengalaman, pembelajaran, identifikasi, perilaku peran (guru-murid, orang tua-anak). Karena sikap itu dipelajari, sikap juga dapat dimodivikasi dan diubah. Pengalaman baru secara konstan mempengaruhi sikap, membuat sikap berubah, intensif, lemah, ataupun sebaliknya. Sikap merupakan proses yang dinamik, sehingga media, dan kehidupan seseorang akan mempengaruhinya. Sikap dapat membantu personal karena berkaitan dengan harga diri yang positif, atau dapat juga merusak personal karena adanya intensitas perasaan gagal. Sikap berada disetiap orang sepanjang waktu dan secara konstan sikap memepengaruhi perilaku dan belajar.
Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam diskusi, seminar, loka karya, dan penulisan karya ilmiah. Sikap ilmiah yang dimaksud adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang peneliti.
Penjelasan sikap ilmiah tersebut sebagai berikut:
  1. Mengenali fakta dan opiniFakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi .fakta merupakan hasil pengamatan yang telah di uji kebenarannya secara empiris. Sementara opini adalah pendapat/pendirian pada umumnya , opini berkembang pada sebagian besar masyarakat .seorang ilmuan harus membedakan fakta yang didukung dan fakta karena kesepakatan umum.
  2. Menggunakan fakta sebagai argumentasiArgumentasi adalah alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat ,pendirian,atau gagasanAlasan seorang ilmuan harus di dukung oleh data .selain itu ,seorang ilmuwan harus mampu mengolah data menjadi informasi yang berguna ,memiliki sifat /menerima saran orang lain.
  3. Berani dan santun dalam bertanya dan berargumentasiMengapa berani dan santun merupakan sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh ilmuwan? Pertanyaan ini berdasarkan dalam fakta dan data .selain memiliki sikap santun dan berani dalam bertanya ,seorang ilmuwan harus memiliki sikap adil ,objektiv ,jujur ,bejerja keras ,dan cerdas, serta mau bekerja sama secara adil dan terbuka dengan orang lain.
  4. Melakukan evaluasi diriSeorang ilmuwan harus tau ,bahwa setiap ada kelebihan pasti ada kekurangan. Kelabihan dan kekurangan tersebut dapat di identivikasikan sebanyak mungkin .kelemehan-kelemahan hasil penelitian dapat dijadikan sebagai tolok ukur bagi penyempurna’an penelitian selanjutnya.
  5. Mengembangkan keingin tahuanMahluk hidup pasti sudah dibekali dengan hasrat keingin tahuanDari kita masih kecil keingin tahuan sudah dapat dilihat dari kehidupan sehari –hariYang memperlihatkan adanya masalahmenimbulkan rasa keingin tahuan manusia untuk memperoleh jawaban dan pemecahannya.
  6. Peduli terhadap lingkungan alam,sosial,dan budayaPada umumnya ilmuwan menemukan masalah penelitian dari lingkungan alam sekitarnya,ahli astronomi banyak menemukan masalahnya ketika ia cakrawala ,bahkan seorang mungkin saja menemukan masalah yang diteliti ketika ia tersandung batu saat berolah raga pagi karena batu tersebut menarik perhatiannya. Seorang ilmuwan bebas memilih masalah yang ditelitinya .walau demikian tidak boleh mengabaikan keadaan lingkungan alam dan sekitarnya.
  7. Bertanggung jawab dalam mengambil keputusanKeputusan seorang ilmuwan harus dapat di pertanggung jawabkan.

Sikap ilmiah dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
  1. Seperangkat sikap yang menekankan sikap tertentu terhadap sains  sebagai suatu cara memandang dunia serta dapat berguna bagi pengembangan karir di masa datang.
  2. Seperangkat sikap yang jika diikuti akan membantu proses pemecahan masalah.

Untuk dapat melalui proses penelitian yang baik dan benar, peneliti harus memiliki sifat – sifat berikut ini:
    a)      Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu ini terlihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya. Mengapa demikian? Bagaimana caranya? Apa saja unsur-unsurnya? Dan seterusnya.
    b)      Sikap kritis. Sikap kritis ini terlihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
     c)      Sikap terbuka. Sikap terbuka ini terlihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain, walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai.
     d)    Sikap objektif. Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.
     e)      Sikap rela menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini terlihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
     f)       Sikap berani mempertahankan kebenaran. Sikap ini menampak pada ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.
     g)      Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.
Kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan sikap ilmiah harus Anda buang jauh-jauh, misalnya sikap menonjolkan diri dan tidak menghargai pendapat orang lain, sikap ragu dan mudah putus asa, sikap skeptis dan tak acuh terhadap masalah yang dihadapi.

Prof harsojo menyebutkan enam macam sikap ilmiah yaitu:
  1. Obyektivitas , dalam peninjauan yang penting adalah obyeknya.
  2. Sikap serba relatif , ilmu tidak mempunyai maksud mencari kebenaran mutlak, ilmu berdasarkan kebenaran-kebenaran ilmiah atas beberapa postulat, secara priori telah diterima sebagai suatu kebenaran. Teori-teori dalam ilmu sering untuk mematahkan teori yang lain.
  3. Sikap skeptis adalah sikap untuk selalu ragu-ragu terhadap pernyataanpernyataan yang belum cukup kuat dasar-dasar pembuktiannya.
  4. Kesabaran intelektual , sanggup menahan diri dan kuat untuk tidak menyerah pada tekanan agar dinyatakan suatu pendirian ilmiah , karena memang belum selesainya dan cukup lengkapnya hasil dari penelitian , adalah sikap seorang ilmuwan.
  5. Kesederhanaan adalah sikap cara berfikir, menyatakan, dan membuktikan.
  6. Sikap tidak memihak pada etik.

Sumber:

1 komentar:

  1. Terima kasih. Artikelnya membantu dalam mengerjakan tugas. :)
    Tapi, tidak memihak pada etik itu bagaimana maksudnya, Kak? Tolong diperjelas kembali agar tidak terjadi kesalahpahaman, terutama untuk anak-anak seperti saya. Semangat, Kak! :)

    BalasHapus